Penerapan Etika Teknologi Informasi

ETIKA  TEKNOLOGI INFORMASI

Etika secara umum didefinisikan sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi suatu individu, yang keberadaanya bisa dipertanggung jawabkan terhadap masyarakat atas perilaku yang diperbuat. Biasanya pengertian etika akan berkaitan dengan masalah moral.

Pengertian Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah yang diakui oleh manusia secara universal. Perbedaanya bahwa etika akan menjadi berbeda dari masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.

Dampak pemanfaatan teknologi

Dilihat dari segi positif dalam sisi ekonomi pemanfaatan teknologi berdampak mempercepat luasnya penyebaran informasi sehingga lebih ekonomis.

Sedangkan dampak negatif menurut I Made Wiryana pakar teknologi informasi Indonesia, berpendapat bahwa potensi-potensi kerugian yang disebabkan pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat menumbulkan dampak-dampak sebagai berikut :

  1. Rasa ketakutan.
  2. Golongan miskin informasi dan minoritas.
  3. Pentingnya individu
  4. Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tak dapat ditangani
  5. Makin rentannya organisasi
  6. Dilanggarnya privasi.
  7. Pengangguran dan pemindahan kerja
  8. Kurangnya tanggung jawab profesi.
  9. Kaburnya citra manusia.

Pentingnya Etika Komputer

Menurut James moor, terdapat tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu :

  • Kelenturan Logika.
  • Faktor Transformasi.
  • Faktor tak kasat mata.

Didalam  penerapan etika sangat lah penting dalam penggunaan teknologi informasi (information technology/IT) di perusahaan dikarenakan mengantarkan keberhasilan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan manajemen. Kegagalan pada penyajian informasi akan berakibat resiko kegagalan pada perusahaan. Penerapan etika teknologi informasi dalam perusahaan harus dimulai dari dukungan pihak top manajemen terutama pada chief Information Officer (CIO).Kekuatan yang dimiliki CIO dalam menerapkan etika IT pada perusahaannya sangat dipengaruhi akan kesadaran hukum, budaya etika, dan kode etik profesional oleh CIO itu sendiri.